Cari Blog Ini

Minggu, 24 November 2019

Kita akan selalu merindu...

Menuju pulau yg sama, sejak beberapa tahun yang lalu.


Terasa bagai pulau pribadi. Ya...
Karna hanya kita manusia yang ada dan tentu "penghuni-penghuni" lainnya di pulau itu. Tidak begitu besar, tapi misterius dan mengagumkan. Semisterius makam-makam batu yang mungkin berusia ratusan tahun, tanpa nisan-tanpa informasi jelas tersebar di dalam hutannya, semisterius tentang jumlahnya yang bertambah dan berkurang-berpindah-hilang-muncul,
Cekungan-cekungan besar sisa tembakan meriam dari seberang, tarian kunang-kunang belakang pondok seiringan pekatnya malam, bayang-bayang jatuh dikegelapan hutan, bersembunyi-mencekam dan siap menelan tubuh-tubuh manusia.

Siapa yang tahu cerita tentang sebuah pulau tak populer? Tak banyak diketahui dunia luar, hanya masyarakat setempat-nelayan yang singgah mampir. Mungkin saja kita bisa temukan harta karun yang dikubur oleh seseorang dulu sekali?

Malam itu... Kita nikmati bulan terang dan bintang-bintang dari pinggir pantai, menatap lampu-lampu kota seberang, beralas terpal di atas pasir, perbincangan dunia dan isinya, alam semesta-makhluk luar angkasa-rasi bintang & cinta pertama, bukan alunan musik lagu namun ombak dan angin...
kita tertidur dalam buaian semesta.

Lembut rintik hujan membangunkan kita dan berhamburan ke dalam pondok...
Mungkin kita akan bermalam dipinggir pantai hingga pagi.
Ah, mungkin juga tidak. Air pasang akan membawa kita. Ketika terbangun, air laut tepat diujung jari kakimu.

Hingga kilau keemasan diujung cakrawala, bagi kita untuk pulang kepangkuan hiruk pikuk manusia-manusia bukan dewa hanya dewasa.
Lihat! Bianglala di pasar malam mulai berputar lagi.


Rabu, 16 Oktober 2019

Urus Visa Korea, Contoh Permission Letter dan SPT

Bagi kalian yang mau ke Korea, biasanya akan ada diminta surat SPT dan Permission Letter.
Bagi aku Permission Letter disiapkan untuk meyakinkan bahwa kita benar-benar ke negara tersebut untuk liburan, tidak menetap, dengan sumber biaya yang jelas serta mencukupi atau mampu.
Ini contoh Permission Letter yang aku pernah pakai/buat,


Nah, untuk SPT atau bukti potong pajak dari penghasilan gitu. Kemarin aku buat karena aku emang gak ada SPT, biasanya kalau yang gaji dibawah empat jutaan gitu gak ada dipotong pajak, ada tapi perusahaan yang menanggung.

Pengalaman WWOOF ke Jepang

Ada yang mimpinya pengen ke negeri Sakura?
Ada yang suka Naruto, One Piece, Studio Ghibli dan lain-lainnya?
Aku iyaa...
Pas kecil ketika anak-anak lain seumuranku saat itu suka Doraemon, aku sukanya Inuyasha.
Dan suka baca komik-komik Jepang, membuat kita, aku, kelak suatu hari berkunjung ke negara tersebut.
Hingga akhirnya... Di tahun 2019 ini aku bisa kesampaian ke sana.
Oke, mulanya... Berencana. Aku dan temanku sudah punya planning ke Jepang dari jauh banget sih waktunya. Aku sebenarnya pergi juga sekaligus menemani temanku itu untuk ngurus beasiswanya dia. Ada interview dengan salah satu Universitas disana... Tapi, dia didanai pemda tempat kami tinggal dong. Dan aku? Aku dana sendiri ><. Jadi, untuk lebih hematnya kami Wwoofing selama beberapa hari (karena mikirin cari tempat tinggal dan makan selama di Jepang perlu dana lagi, mending nge-Wwoof aja, gituu).







*Persiapan tentunya tiket pesawat dan visa (yang udah pernah ke Jepang, merasa agak ribet tidak ngurusnya? Aku sih iya...^^", karena mikirin bagaimana rekening koranku tercetak angka dan nominal 30juta? Wkwkwk). Tapi, bagi yang sudah punya e-pasport gak bakalan seribet itu yaa.
*Udah siapin Wwoof jauh hari, cari host yang menerima dibulan dan waktu yang sudah kami tentukan dan di daerah yang juga dekat dengan Universitas temanku punya urusan.:)
Kami stay di host h42765 daerah Chiba.
*Ketika persiapan sudah oke, kita berangkat deh.
*Kita dapat harga untuk tiket pesawat 5jutaan PP+bagasi 20kg per orang. (Kita booking beberapa hari sebelum hari kberangkatan. Ada berbagai hal yang terjadi yang membuat kami booking jadi terkesan mendadak).
*Untuk jadi member WWOOF Japan sekitar 600ribu rupiah (Gak nyampe kayaknya? Segitu aja, deh. Aku banyak lupa, ah >,<). Koper ketinggalan...
Ada beberapa hal terjadi saat kita ke Jepang dan sampai di Jepangnya.
Pertama koper ku tertinggal saat transit di Manila. Aku nya udah sampai di Jepang, koperku masih di Manila. Yang salah ada dipihak maskapai penerbangan sih, secara dari awal, aku dan temanku itu udah ngurusin perpindahan bagasi dan segala jenisnya dengan benar. Tapi, gak masalah aja lah... Pelayanan mereka sebenarnya bagus dan cukup memuaskan.
Sampai di Jepang? Udah pada tau dong kan orang Jepang gimana. Cepat dan tanggap dong mereka bantuin kita. Hingga akhirnya setelah 3 hari, koperku sampai ke alamat (alamat host).

Sedihnya itu, coat aku ada di koper. Sampai Jepang, udara dingin banget (Lah iyaa... Wong masih musim dingin ToT).
Baju yang dikenakan saat itu tidak pula tebal (Pinter banget sih aku TT).

Dan sampailah kita ditempat Host sudah mulai gelap dan makin dingin ToT.
Udah beres-beresin barang di kamar dan hendak beristirahat, kita baru sadar HP teman aku gak ada. Setelah mengingat dengan sangat keras dan flashback perjalanan, sepertinya HP dia itu tertinggal dibangku station saat kita nungguin kereta yang dari bandara. Dari Narita airport ke daerah host kami sekitar 1 setengah jam ><, hari sudah gelap sehingga kita putuskan untuk mencari keesokan harinya. Keesokan harinyaa.... Kita gak ada kegiatan apa pun untuk bantu host dan segala macamnya, karena sebelumnya kita juga udah dikasih tahu bahwa hari ini hari libur nasional gitu (tanggal merah). Dan temanku mulai mencari cara agar HP nya kembali (Optimis ketemu? Iya sih... Karena ini Jepang teman-teman :D. Tapi, kita gak bole takabur. Tetap tawadhu', usaha dan Do'a. Tetap positif thinking juga). Malam sebelumnya, temanku ini udah searching di google informasi pihak bandara dan cara menghubungi bagian informasi mereka gitu pinjam HP ku. Dibantu dengan Waka-san (salah satu pekerja di tempat host, englishnya lancar) untuk bicara dalam bahasa jepangnya jelasin HP temanku yang hilang tersebut. Dan... Ternyata ada dong. Segeralah, temanku itu berangkat menuju bandara Narita menjemput HPnya tersebut.







*Kita Wwoofing 5 hari + 3 hari stay dan jalan-jalan di Tokyo (Jadi, kita di Jepang semingguan).


Yang mau coba Wwoofing have fun ya... Sebelumnya aku udah posting tentang WWOOF secara singkat dan posting cerita aku Wwoofing di Korea.
Banyak juga yang nanyain aku tentang WWOOF di IG, jadi, untuk info lebihnya bisa di IG aku aja (@nofriza28) dan (@cloverthefourleaf).
Thank you.

Ke Korea yuk...

Aku lanjut cerita pengalaman WWOOFing di Korea, bisa lihat di postingan aku sebelumnya tentang WWOOF.
Aku dan dua orang temanku yang lain memutuskan untuk mencoba pengalaman travelling ke luar negeri... Berhubung kami anak-anak yang memiliki dana minim untuk ke luar negeri, kami putuskan untuk WWOOFing.
Persiapannya, *Host sudah Acc menerima kami untuk Wwofing di tempat mereka (kode host kami CB_104). Kalau tidak salah (berarti benar :D) ada di daerah Eumsong sekitar satu jam naik bus dari bandara Incheon. Appa dan Amma baik banget... Memang ada kendala dikomunikasi karena tidak semua host menggunakan bahasa inggris (mereka sebutkan dalam data Host list itu ya), tapi walaupun begitu tidak menghalangi hubungan yang baik antara kami dan keluarga host yang bersangkutan.

*Tiket pesawat dan visa juga udah oke. Untuk tiket pesawat kami cari yang promo dong ya... Kebetulan dapat airasia promo saat itu sih 3jutaan+PP tapi tambah lagi bagasi bagi tiga dengan teman yang lain, lupa juga kena berapa. Untuk pembayaran visa sekitar 700an kah?(Maaf aku lupa. Udah lama soalnya^^" Dan untuk yang urusan Korea ini kebanyakan teman aku yang ngurusin. Mulai dari ngurusin jadi member dan isi-isi datanya, pembayaran member, cari host, cariin tiket pesawat, visa, dll. Karena aku sibuk kerja di luar daerah. Mereka sungguh luar biasa. Terimakasih manteman :').
*Waktu Wwoofing kami sekitar 10 hari (kelamaan lho ini sebenarnya... Saran aku sih gak usah terlalu lama) + 3 hari setelah Wwoofing untuk jalan-jalan di Seoul. Hampir 2 mingguan gitu ya di Korea jadinya.
*Kami berangkat di bulan April menuju Mei (Salah lagi... Karena sakuranya udah pada habis ^^". Ada sih, tapi gak banyak >,<)






*Langsung aja deh, setelah sampai di Korea kami menuju rumah host, kami diarahkan dan sudah diinformasikan oleh teman kami yang sudah lebih dulu datang, dia bersama suaminya. Jadi, di rumah host itu termasuk kami bertiga dan dia dengan suaminya jadi berlima deh.
Selama Wwofing biasanya kita juga bakal gabung sama Wwoofer dari negara lain. Seruu siih, kita jadi punya teman baru sesama Wwoofer disana.

Pokoknya seru deh, kalo bareng teman kalian bisa hemat dan berbagi apa saja. Misalkan, beli makan satu yang banyak bisa dibagi tiga, bayarnya jadi bagi tiga jadi lebih murah (hahaha...). Punya teman untuk bertukar pikiran dan pendapat untuk memutuskan banyak hal.

Yang mau coba Wwoofing have fun ya... Sebelumnya udah banyak yang nanyain juga. Dan aku baru kesampaian sekarang posting di blog ini lagi setelah sekian lama. Aku udah posting singkat tentang WWOOF dan bakal posting cerita aku Wwoofing ke Jepang.

Untuk info lebih bisa liat IG aku juga (@nofriza28) dan (@cloverthefourleaf). Thank you.

Travelling menyenangkan dengan WWOOF

Hi...
Aku bakal kasih tahu informasi tentang WWOOF. Berhubung aku udah pernah WWOOFing ke Korea dan Jepang sama teman-temanku.

Menurut aku, ini bisa jadi alternatif buat kalian yang suka dan ingin travelling irit ke luar negeri.

Jika kalian mau WWOOFing ke salah satu negara tersebut (Jepang dan Korea) silahkan buka situsnya.
Untuk yang Korea ada di link ini https://wwoofkorea.org/home-english/ dan Jepang https://www.wwoofjapan.com/main/index.php?lang=en

- Pertama, to become the WWOOFer kalian harus daftar jadi member terlebih dahulu. Tahapnya kalian isi data diri kalian di Form yang sudah mereka sediakan (Cek disitusnya), setelah itu kalian lakukan pembayaran sekitar 800ribu rupiah melalui PayPal. Jika sudah melakukan pembayaran, kalian akan mendapatkan username & Password untuk login. Kalian dengan bebas menghubungi pihak WWOOF terkait dengan kirim pesan melalui e-mail mereka. respon mereka cepat, kok ^^. Jadi, setelah kalian melakukan pembayaran, kalian bisa lapor dan kirimkan bukti pembayaran ke mereka.

- Selanjutnya, jika sudah dapat username & password lalu login, kalian bisa lihat dan pilih Host yang ingin kalian tempati selama WWOOFing. Waktu dan berapa WWOOFer yang Host terima juga berbeda-beda.. Daerah, Data dan segala informasi mengenai para Host tersebut sudah sangat lengkap, kalian bisa baca sendiri aja ya di situsnya :D.
Jika kalian sudah tentukan Host, kalian bisa hubungi langsung host yang bersangkutan. Kalian tinggal ikuti saja tata caranya (Maafkan saya yang sudah banyak lupa ^^"), ikuti dengan sikap, komunikasi yang sopan, baik dan benar. Karena tidak semua Host mau menerima para WWOOFer. Selain karena waktu WWOOF kalian dengan waktu mereka sedang tidak cocok karena kesibukan mereka dan lain-lainnya.
Saat WWOOF di Jepang aku dan temanku dapat WWOOFing di Host h42765 area Chiba (Jika kalian tanya kenapa disana? Karena ada alasan dan urusan tertentu saja di daerah itu^^).

- Mengenai visa dan hal lainnya... Seperti tiket pesawat dan lain-lain, itu dana kita pribadi ya. WWOOF itu hanya memberi kita fasilitas liburan yang sedikit berbeda saja dengan merasakan kehidupan mereka, sebagai orang Jepang ataupun Korea. Jadi, disana kita bisa tinggal dan makan bareng sama mereka... pun ikut semua kegiatan atau pekerjaan mereka. Jadi, kita ikut membantu pekerjaan mereka gitu.

Untuk info lebih lanjut dan ingin bertanya-tanya, dengan senang hati hubungi saya di IG @nofriza28 dan mampir di @cloverthefourleaf juga ya. Have fun...

*Aku juga bakal posting cerita aku selama Wwoofing di Korea dan Jepang. Check it...^^.




Kita akan selalu merindu...

Menuju pulau yg sama, sejak beberapa tahun yang lalu. Terasa bagai pulau pribadi. Ya... Karna hanya kita manusia yang ada dan tentu ...